Beranda » GuestPost » Mengulik Sejarah Hari Palang Merah Indonesia

Mengulik Sejarah Hari Palang Merah Indonesia. Masyarakat Indonesia mungkin sudah tidak asing lagi dengan Palang Merah Indonesia atau PMI. Nah hari Palang Merah Indonesia ini ternyata diperingati setiap tanggal 17 September. Penasaran dengan sejarahnya? Berikut ini ulasannya! 

Sejarah Hari Palang Merah Indonesia

Mengulik Sejarah Hari Palang Merah Indonesia

Palang Merah Indonesia atau kerap disebut dengan PMI merupakan sebuah organisasi perhimpunan nasional. Organisasi tersebut berbakti pada masyarakat dalam bidang sosial kemanusiaan. Nah, PMI sendiri juga memiliki beberapa divisi loh. Misalnya saja:

  • Divisi relawan.
  • Divisi kesehatan. 
  • Divisi kelembagaan. 
  • Divisi penanggulangan bencana. 
  • Dan lainnya.

Awal mula perjalanan PMI sebagai organisasi non-profit ini sudah dimulai sejak tahun 1873. Ketika itu, Indonesia masih belum merdeka dan masih dalam penjajahan Belanda.

Tanggal 19 Oktober 1873 pemerintah Belanda membentuk organisasi Palang Merah di Indonesia. Kala itu organisasi tersebut diberi nama Het Nederland-Indische Rode Kruis (NIRK).

Lalu namanya kembali diubah menjadi Nederlandse Rode Kruis Afdeling Indie (NERKAI). Kemudian, pada tahun 1932, para pemuda Indonesia sangat bersemangat untuk mendirikan Palang Merah Indonesia.

Ketika itu, ada dua orang yang menjadi pelopor atau tonggaknya yakni dr. Rumondor Cornelis Lefrand Senduk dengan dr. Bahder Djohan. Keduanya lalu mengajukan proposal mengenai pendirian PMI kepada kongres NERKAI pada tahun 1949, akan tetapi ditolak.

Mereka kembali mencobanya pada saat Jepang menjajah dan kembali ditolak. Pada akhirnya, gerakan untuk mendorong berdirinya PMI dapat terlaksana kembali setelah proklamasi kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945.

Ketika itu, pada tanggal 3 September 1945 presiden Soekarno meminta Menteri kesehatan yakni dr. Buntaran Martoatmodjo guna membentuk badan Palang Merah Indonesia.

Tujuannya adalah guna membuat Indonesia semakin kuat sebagai negara yang berdaulat. Lalu, pada 5 September, dr. Buntaran Martoatmodjo mulai membuat kepanitiaan yang disebut panitia lima beranggotakan: 

  • dr. Bahder Djohan. 
  •  dr. R. Mochtar. 
  •  dr. Marjuki. 
  •  dr. Sitanala. 
  •  dr. Joehana.

Tugas dari panitia lima tersebut ialah guna mempersiapkan pembentukan Palang Merah di Indonesia. Pada akhirnya, PMI berhasil dibentuk tepat pada tanggal 17 September 1945.

Ketika itu, Mohammad Hatta yang merupakan wakil presiden RI dipilih menjadi ketua PMI pertama. Melalui hal inilah pada akhirnya, 17 September dijadikan sebagai hari perayaan Palang Merah Indonesia.

Demikian ulasan mengenai Sejarah Hari Palang Merah Indonesia yang dapat kita bahas. Semoga pembahasan kali ini dapat memberikan pandangan positif mengenai organisasi yang telah berkiprah lama di Indonesia tersebut. Semoga bermanfaat!

# Bagikan informasi ini kepada teman atau kerabat Anda

Belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi.

Komentar Anda* Nama Anda* Email Anda* Website Anda

Kontak Kami

Apabila ada yang ditanyakan, silahkan hubungi kami melalui kontak di bawah ini.